Sosial 19 Juli 2026

KDD Nanggela Tegaskan Komitmen Perkuat UMKM, Kemandirian Difabel Harus Dibangun Bersama

KDD Nanggela Tegaskan Komitmen Perkuat UMKM, Kemandirian Difabel Harus Dibangun Bersama

Nanggela, 19 Juli 2026 – Kelompok Difabel Desa (KDD) Nanggela kembali menegaskan bahwa kemandirian ekonomi difabel tidak akan terwujud tanpa kekompakan, partisipasi aktif, dan keberanian seluruh anggota untuk terlibat. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan rutin KDD yang digelar di Sekretariat KDD Desa Nanggela, Minggu (19/7).

 

Mengusung tema pengembangan UMKM KDD, pertemuan tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga ruang untuk menyusun langkah konkret memperkuat usaha bersama yang selama ini menjadi salah satu pilar kemandirian kelompok.

 

Acara dibuka oleh MC Mia, dilanjutkan sambutan Sekretaris KDD, Cholisoh, yang mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan, mempererat rasa kekeluargaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan organisasi.

 

Project Officer Program SOLIDER, Oni Jahoni, kemudian mengajak seluruh peserta berdiskusi secara aktif. Melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana mengenai tujuan pertemuan dan pemahaman tentang UMKM, beliau membangun keberanian anggota untuk menyampaikan pendapat sekaligus menanamkan kesadaran bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan usaha kelompok.

 

Ketua KDD Nanggela, Otong, melaporkan perkembangan dua unit usaha yang saat ini dikelola, yaitu budidaya ikan lele dan produksi kerupuk ikan lele. Ia juga menyampaikan adanya peluang dukungan dari Pemerintah Desa melalui usulan Sekretaris Desa agar KDD segera mengajukan proposal penambahan modal usaha kepada Kuwu guna memperkuat pengembangan budidaya ikan lele.

 

Untuk sementara, produksi kerupuk ikan lele belum dapat berjalan karena sebagian anggota yang menjadi pelaksana produksi sedang mengikuti Pelatihan Tata Boga yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Saung Kreasi Difabel Kecamatan Lemahabang selama enam hari.

 

Dalam sesi diskusi, Fatimah mengusulkan penambahan personel pada unit produksi kerupuk ikan lele agar kegiatan usaha tidak bergantung pada orang-orang tertentu. Usulan tersebut mendapat apresiasi dari penanggung jawab produksi, Een, yang menilai gagasan tersebut sangat baik. Namun, penambahan personel memerlukan proses pembinaan agar kualitas produk tetap terjaga.

 

Sebagai bentuk transparansi, pertemuan ditutup dengan penyampaian laporan keuangan KDD selama satu bulan terakhir. Seluruh pemasukan dan pengeluaran dipaparkan secara terbuka di hadapan anggota sebagai wujud akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi.

 

Pertemuan ini menghasilkan satu pesan penting, bahwa keberhasilan UMKM KDD tidak hanya ditentukan oleh modal usaha, tetapi juga oleh rasa memiliki, tanggung jawab, dan komitmen seluruh anggota. Ketika setiap anggota mau bergerak bersama, saling mendukung, dan mengambil peran, maka cita-cita membangun kemandirian ekonomi difabel akan semakin mudah diwujudkan.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan FKDC sebagai mitra SIGAB Indonesia, dengan dukungan Pemerintah Australia–Indonesia melalui Program INKLUSI, dalam memperkuat kapasitas organisasi difabel desa dan mendorong lahirnya kelompok-kelompok usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan inklusif.

Sebelumnya Pertemuan Rutin KDD Desa Durajaya: Membangun Keberanian, Memperkuat Kekompakan Kelompok UMKM Difabel Selanjutnya Tingkatkan Kemandirian Difabel, KDD Ikuti Pelatihan Tata Boga, Koramil Berikan Pembekalan Karakter dan Bapperida Tinjau Saung Kreasi Difabel